Jumat, 02 Maret 2012

Prestasi Diri

 Prestasi Diri

Prestasi merupakan hasil sebuah usaha yang tidak selamanya identik dengan hasil baik. Misalnya seorang siswa yang mengikuti ujian dan mendapatkan nilai lima, bisa dikatakan memperoleh prestasi buruk atau rendah. Sebuah tim sepakbola yang lebih sering kalah ketimbang menang adalah tim sepak bola yang berprestasi buruk, dan lain-lain. Jadi prestasi dapat berupa hasil yang baik maupun buruk.
Namun pada umumnya kita mengasosiasikan prestasi sebagai hasil baik. Ketika kita mengatakan seseorang berprestasi maka yang kita maksudkan adalah orang tersebut memperoleh hasil atau prestasi yang baik.
Dari penjelasan tersebut, prestasi baiklah yang kita bahas selanjutnya. Sehingga prestasi meliputi berbagai macam bidang antara lain :
1.     Prestasi belajar, yaitu hasil yang didapat dari usaha belajar,
2.     Prestasi kerja, yaitu hasil yang didapat dari bekerja
3.     Prestasi di bidang seni
4.     Prestasi di bidang olah raga
5.     Prestasi di bidang lingkungan hidup
6.     Prestasi di bidang Iptek, dan lain-lain

Pada dasarnya setiap orang memiliki keinginan untuk berprestasi atau memperoleh prestasi. Keinginan mendapatkan prestasi merupakan kebutuhan semua orang. Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi atau keinginan berprestasi antara lain :
a.       berorientasi pada masa depan atau cita-citanya
b.      berorientasi pada keberhasilan
c.       berani mengambil resiko
d.      memiliki rasa tanggung jawab
e.       menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik
f.       kreatif serta mampu mengelola waktu dengan baik

Prestasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua macam faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri dan faktor yang berasal dari luar dirinya.
1.   Faktor dari dalam diri, diantaranya bakat atau potensi, kepandaian atau intelektualitas, minat, kebiasaan, motivasi, pengalaman, kesehatan danemosi.
2.    Faktor dari luar, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat, sarana prasarana, fasilitas, gizi dan tempat tinggal.
Kedua jenis faktor tersebut mendukung satu sama lain. Prestasi biasanya akan muncul jika kedua macam faktor di atas terpenuhi secara baik.
Orang yang berprestasi adalah orang yang dianggap sukses dalam bidang tertentu, karena pada kenyataannya ia memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Konsep diri yang melekat pada orang yang berprestasi adalah konsep diri positif yang mampu menangkap, mengolah dan memberdayakan diri secara rasional dan proporsional serta efektif dan efisien.

Pengertian Globalisasi

 Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia.
Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a. selalu meningkatkan pengetahuan; f. etos kerja;
b. patuh hukum; g. kemampuan memprediksi;
c. kemandirian; h. efisiensi dan produktivitas;
d. keterbukaan; i. keberanian bersaing; dan
e. rasionalisasi; j. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.


Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.


Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Teknologi yang rumit dan mahal.
b. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
c. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
b. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
c. Pendidikan formal di sekolah.
Modernisasi dan globalisasi membawa dampak positif ataupun negatif terhadap perubahan Sosial dan budaya suatu masyarakat.

Last Friday Night ( Katty perry )

 Last Friday Night ( Katty perry )

Artist : Katy Perry
Lirik Lagu : Katy Perry - Last Friday Night (T.G.I.F.) Lyrics

Katy Perry - Last Friday Night (T.G.I.F.) Lyrics

There's a stranger in my bed,
There's a pounding my head
Glitter all over the room
Pink flamingos in the pool
I smell like a minibar
DJ's passed out in the yard
Barbie's on the barbeque
This a hickie or a bruise?

Pictures of last night
Ended up online
I'm screwed
Oh well
It's a blacked out blur
But I'm pretty sure it ruled
Damn

Last Friday night
Yeah we danced on tabletops
And we took too many shots
Think we kissed but I forgot

Last Friday night
Yeah we maxed our credit cards
And got kicked out of the bar
So we hit the boulevard

Last Friday night
We went streaking in the park
Skinny dipping in the dark
Then had a menage a trois

Last Friday night
Yeah I think we broke the law
Always say we're gonna stop-op
Whoa-oh-oah

This Friday night
Do it all again
This Friday night
Do it all again

Trying to connect the dots
Don't know what to tell my boss
Think the city towed my car
Chandelier is on the floor
With my favorite party dress
Warrants out for my arrest
Think I need a ginger ale
That was such an epic fail

Pictures of last night
Ended up online
I'm screwed
Oh well
It's a blacked out blur
But I'm pretty sure it ruled
Damn

Last Friday night
Yeah we danced on table tops
And we took too many shots
Think we kissed but I forgot

Last Friday night
Yeah we maxed our credits card
And got kicked out of the bar
So we hit the boulevard

Last Friday night
We went streaking in the park
Skinny dipping int he dark
Then had a menage a trois
Yeah I think we broke the law
Always say we're gonna stop-op
Oh whoa oh

This Friday night
Do it all again
Do it all again
This Friday night
Do it all again
Do it all again
This Friday night

T.G.I.F.
T.G.I.F.
T.G.I.F.
T.G.I.F.
T.G.I.F.
T.G.I.F.

Last Friday night
Yeah we danced on table tops
And we took too many shots
Think we kissed but I forgot

Last Friday night
Yeah we maxed our credit cards
And got kicked out of the bar
So we hit the boulevard

Last Friday night
We went streaking in the park
Skinny dipping in the dark
Then had a menage a trois

Last Friday night
Yeah I think we broke the law
Always say we're gonna stop
Oh-whoa-oh
This Friday night
Do it all again

Sabtu, 11 Februari 2012

Babasan BAHASA SUNDA

Babasan BAHASA SUNDA

Babasan Sunda:
- Akal koja: Akalnya pintar dalam kejahatan.
- Asa potong pingges leungeun katuhu: kaunduran batur nu hade gawe.
- Balungbang timur, caang bulan opat welas, jalan gede sasapuan: Ikhlas, sangat suka.
- Bisa lolondokan: Bisa mengikuti atau menempatkan diri dengan kebiasaan orang lain supaya akrab.
- Biwir nyiru rombengeun: Cerewet, semua rahasia diceritakan.
- Bobot pangayon timbang taraju: Hukuman yang adil (pengadilan).
- Buburuh nyatu diupah emas: Belajar tetapi sambil diberi upah padahal gunanya untuk dirinya sendiri.
- Buntut kasiran: pelit.
- Cara hurang tai ka hulu-hulu: Bodo pisan, sangat bodoh.
- Dihurun-suluhkeun / Dikompet-daunkeun: Yang jelek (salah) seorang, tetapi semuanya kena / dianggap salah semua.
- Elmu Tumbila: Pribumi merugikan tamu.
- Elmu sapi: Samiuk kana kagorengan,
- Ginding kekempis: Berpenampilan keren seperti orang kaya padahal isi sakunya kosong.
- Gurat cai: Menyalahi janji.
- Hade gogog, hade tagoh: Halus bahasanya dan baik sikapnya.
- Hampang birit: daekan.
- Heuras letah: Hatinya keras, omongannya kasar.
- Heurin ku letah: Yang perlu diomongkan susah untuk diucapkan.
- Hirup dinunuh paeh dirampes: Pasrah menerima
- Ieu aing: merasa diri paling pintar, gagah, dan sebagainya.
- Indit sirib: Berangkat semuanya, anak, cucu dan kerabat.
- Jabung tumalapung, sabda tumapalang: Orang yang tidak tahu urusan tapi motong omongan orang lain.
- Jadi maung malang: Jadi halangan.
- Jauh ka bedug, carang ka dayeuh: Orang dusun tidak tahu adat/sopan santun.
- Jelema pasagi: Orang yang tidak ada kekurangan.
- Kakeureut ku sieup, katindih ku kari-kari: Pantes keuna ku panyangka
-
Kalapa bijil ti cungap: Rahasianya terbuka dengan sendirinya.
- Kandel kulit beungeut: Tidak punya rasa malu.
- Katuliskeun jurig: Asalna heureuy jadi enyaan.
- Katurug katutuh: Sedang celaka bertambah lagi kemalangannya.
- Kokoro nyenang: Menempatkan barang tidak pada tempatnya.
- Kudu boga pikir kadua leutik: Kudu boga pikir rangkepan.
- Kuru cileuh kentel peujit: Mengurangi tidur dan makan.
- Luncat mulang: Tidak jelas.
- Lungguh tutut: Seperti pendiam padahal liar.
- Malapah gedang: Ngomong basa basi dulu kesana kemari, tidak langsung ke topik utama.
- Maliding sanak: Pilih kasih.
- Manis lambe: janji sanggup apa saja, tetapi cuma di mulut.
- Menta buntut: Minta lagi.
- Meungpeun carang: Dia yang nyuri tetapi pura-pura ikut mencari, atau tahu tapi pura-pura tidak tahu.
- Murag bulu bitis: Tidak betah diam di rumah, lebih suka bepergian.
- Mobok manggih gorowong: Mencari akal berbuat baik kemudian ada yang membantu.
- Naheun bubu pahareup-hareup: Pahutang-hutang.
- Ngabejaan bulu tuur: Memberitahu kepada yang yang sudah tahu.
- Ngalebur tapak: Menghilangkan atau menunta perbuatan jelek, supaya jadi berbuat baik.
- Ngalegokan tapak (ngajeroan tapak): Menambah kesalahan/dosa.
- Ngarawu ku siku: Keinginannya banyak, akhirnya tidak dapat apapun.
- Ngodok liang buntu: Usaha tidak ada hasilnya.
- Noong ka kolong: Kecil hati, pikirannya pendek.
- Nunggul pinang: Sudah tidak punya siapa-siapa lagi.
- Nyiar batuk pibaraheun: Mencari penyakit, mencari keributan.
- Pait daging, pahang tulang: Tidak ada kesusahan.
- Panjang leungeun: Suka mencuri.
- Peureum kadeuleu, beunta karasa: Selalu ingat.
- Pindah cai pindah tampian: Pindah tempat pindah adat, menyesuaikan dengan adat dan kebiasaan di tempat baru.
- Pucuk awian: Tidak pernah jelas janjinya.
- Rambat kamale: Boga perkara ayang-ayangan.
- Tinggar kalongeun: Gara-gara terlalu sering dimarahin, akhirnya tidak ada pengaruhnya lagi.
- Tuang jinis: Orang yang suka tertawa karena ceritanya/humornya sendiri, tetapi orang lain tidak ada yang tertawa.
- Ulah tiis-tiis jahe: Jangan terlena, harus hati-hati.
- Unggah balewatangan: Kena perkara.
- Watang sinambungan: Yang punya perkara orang lain, tetapi yang cekcok kita sendiri. 

Paribasa Sunda
- Adam lali tapel: Tidak ingat kepada saudara, lupa kepada tanah air.
- Adean ku kuda beureum: Sombong dengan milik orang lain, bisa juga berpenampilan gaya dengan hasil minjam.
- Alak-alak cumampaka: Orang bodoh merasa sama dengan orang pintar.
- Anjing ngagogogan kalong: Ingin kepada yang tidak layak, atau mengangankan yang tidak mungkin terjadi.
- Ari umur tunggang gunung, angen-angen pecat sawed: Orang tua yang berperilaku seperti anak muda.
- Asa aing uyah kidul: Merasa paling gagah, pintar, tampan, dan sebagainya.
- Ati mungkir beungeut nyanghareup: Pura-pura. Dihadapan orang bersikap baik, tetapi di belakang sebaliknya.
- Ati putih badan bodas: Tomada nuduhkeun teu aya pikir goreng, memasrahkan diri dari menerima kesalahan.
- Aya bagja teu daulat: Mau dapat untung tetapi tidak jadi.
- Aya jalan komo meuntas: Mau berbuat sesuatu, kebetulan dapat jalannya.
- Balung kulit kotok meuting: Sakit hati yang dulu tidak hilang.
- Batok bulu eusi madu: Luarnya jelek, dalamnya bagus. Seperti orang bodoh padahal pintar.
- Buluan belut, jangjangan oray: Sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
- Caina herang, laukna beunang: Hasil maksud.
- Cara cai dina daun balong: Dinasehati tidak pernah ada bekasnya, tidak dituruti.
- Cara kuda leupas ti gedogan: Ngabencah sakama-kama.
- Daek macok embung dipacok: Daek menta embung dipenta, daek dibere embung mere, mau diberi tidak mau memberi.
- Dagang oncom rancatan emas: Hasilnya sedikit tapi modalnya besar.
- Dipiamis buah gintung: Memiliki rasa disayang oleh orang tua, sahabat, atau atasan.
- Di tiung geus hujan: Bersikap hati-hati setelah celaka.
- Dogong-dogong tulak cau, geus gede dipelak batur: Ungkapan untuk orang yang menandai perempuan sejak kecil, dengan memberi apa saja supaya nanti bisa dinikahi. Tetapi ketika dewasa malah dinikahi oleh orang lain.
- Genteng kadek legok tapak (atau Legok tapak genteng kadek): Banyak pengetahuannya atau pengalamannya
- Hambur bacot murah congcot: Goreng carek tapi berehan.
- Haripeut ku teuteureuyeun: Cepat menerima, tidak dipikir secara matang.
- Halodo sataun lantis ku hujan sapoe (sakali): Kebaikan yang sangat banyak hilang gara-gara satu kali melakukan perbuatan jelek.
- Herang-herang kari mata, Teuas-teuas kari bincurang: Asalnya kaya menjadi miskin.
- Hirup ulah manggih tungtung, paeh ulah aya beja: Kudu bageur, kudu hade.
- Hulu gundul dihihidan: Yang untung bertambah untung.
- Indung lembu bapa banteng: Keturunan gagah, keturunan bangsawan.
- Inggis batan maut hinis: Risi pisan.
- Iwak nangtang sujen: Wani nyorang kana kacilakaan.
- Janget kinatelon: Turunan hade atawa goreng ti indung ti bapa.
- Jati kasilih ku junti: Pribumi kalah oleh tamu, orang lama kalah oleh orang baru.
- Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi sagolak (salebak): Layeut.
- Kajeun panas tonggong, asal tiis beuteung: Rajin bekerja, supaya dapat upah.
- Katempuhan buntut maung: Jadi pengganti kesusahan orang lain.
- Kawas anjing kadempet lincar: Orang kecil dianiaya oleh majikan, tetapi tidak bisa melawan.
- Kawas anjing tutung buntut: Tidak betah di rumah karena bawaan senang atau susah.
- Kawas terong beulah dua: Sama dengan orangtuanya.
- Kejo asak, angeun datang: Kabeneran keuna kana maksudna, henteu ngalilakeun deui.
- Kajeun kendor, dapon (asal) ngagembol: Meski lambat yang penting sukses.
- Keur meujeuhna buta tulang buta daging: Keur meujeuhna bedas (kira-kira umur 18-30 taun).
- Kokoro manggih mulud, puasa manggih lebaran: Orang yang ajimumpung, serakah dan tidak tahu batas.
- Kudu nyaho lautanana kudu nyaho tatambanganana: Harus tahu apa kesukaannya, perilakunya, kebiasannya, dan sebagainya.
- Landung kandungan laer aisan: Sabar dan penuh pertimbangan.
- Lauk buruk milu mijah, piritan milu endogan: Ikut-ikutan bicara padahal tidak berhak bicara.
- Mangkok emas eusi madu: Orang yang baik budi dan bahasanya.
- Manuk hiber ku jangjangna: Manusia hidup dengan akalnya.
- Marebutkeun balung tanpa eusi: Memperebutkan sesuatu yang tidak ada hasilnya.
- Melengkung beukas nyalahan: Yang dikira-kira bagus ternyata hasilnya sebaliknya.
- Mihape hayam ka heulang: Menitipkan harta kepada pencuri.
- Monyet kapalingan jagong: Pencuri jadi korban pencurian, penipu ditipu.
- Monyet dibere sesengked: Orang jahat diberi jalan untuk memuluskan aksinya.
- Monyet ngagugulung kalapa: Mempunyai sesuatu tetapi tidak tahu cara menggunakannya.
- Mopo memeh nanggung: Merasa tidak sanggup berbuat padahal belum dikerjakan, bisa juga kumeok memeh dipacok.
- Moro julang ngaleupaskeun peusing: Meninggalkan sesuatu yang sudah pasti, untuk mencari sesuatu yang belum pasti berhasil.
- Mun teu ngarah moal ngarih: Harus mau berusaha supaya berhasil.
- Nangkeup mawa Eunyeuh: Minta tolong, tetapi membawa sial kepada penolongnya.
- Nepak cai malar ceret: hasud ka batur/manehna hayang dipihade.
- Kawas gula jeung peueut: jadi hiji, tina hade pada hade/silih asih.
- Ngadago uncal mapal: Menunggu sesuatu yang belum tentu datang.
- Ngagandong kejo susah nyatu: Loba titaheun, hese nitah.
- Ngagedag bari mulungan: Menanyakan sesuatu yang dia tidak tahu, tapi ketika bertanya dia pura-pura sudah tahu.
- Ngagulkeun (agul ku) payung butut: Menyombongkan orang tua, leluhurnya sendiri.
- Ngahurun balung ku tulung: Sedang kesusahan.
- Ngaliarkeun taleus ateul: ngomongkeun, atawa ngabeja-bejakeun omongan nu teu hade, anu matak cilaka atawa matak era.
- Ngawur kasintu nyieuhkeun hayam: Sangat baik kepada orang lain, tetapi kerabat sendiri ditelantarkan.
- Nyalindung ka gelung: Lelaki melarat menikah kepada wanita kaya supaya bisa numpang hidup.
- Nyiduh ka langit: memberi nasehat kepada orang yang lebih tua.
- Pacikrak ngalawan merak: Rakyat kecil melawan bangsawan.
- Panday tara boga bedog: Tukang membuat suatu barang, dia sendiri tidak memiliki barang itu.
- Pipilih nyiar nu leuwih, koceplak meunang nu pecak: Berharap dapat yang paling bagus, dapatnya malah paling jelek.
- Pupulur memeh mantun: Minta upah sebelum kerja.
- Rusuh luput, gancang pincang kajeun kendor dapon ngagembol: Daripada cepat tapi sia-sia, lebih baik lambat tapi berhasil.
- Sagalak-galaking macan, moal datang ka nyatu anak: Meski jahat tidak akan membunuh anaknya sendiri.
- Saherang-herang beas: Sebersih-bersihnya hati kepada musuh, tidak akan bersih sekali.
- Sapi anut ka banteng: perempuan mengikuti laki-laki.
- Seuneu hurung, cai caah: Sedang bernafsu.
- Uyah tara tees ka luhur: Sifat orang tua turun ke anak.

Jumat, 10 Februari 2012

pengertian senam dan senam lantai

 Pengertian Senam dan Senam Lantai

Senam adalah istilah atau nama salah satu caabang olahraga. Sebagai cabang olahraga, senam mempunyai dominan atau daerah batas-batasan sendiri, mempunyai ruang lingkupyang tertentu. Senam terlemahan dari kata ”gymnastiek” (bahasa Belanda), ”gymnastics” (bahasa Inggris), ”thymnastiek” asal kata dari ”gymnos” (bahasa Greka).
Gymnos berarti telanjang, gymnastiek pada zaman kuno me,amg dilakukan dengan badan telanjang atau setengah telanjang. Maksutnya agar gerkan dapat dilakukan tnpa gangguan sehingga menjadisempurna. Tempat berlatih senam di zaman yunani Kuno disebut gymnasium.
Untuk mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui ciri-ciri dan kidaaah-kaidahnya antara lain:
  1. Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau di ciptakan dengan sengaja.
  2. Gerakan-geerakannya harus selalu berguna untuk menyampai tujuan tertentu (meningkatkan kelenyukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah keterampilan, menambah keindahan gerak, meningkatkan keindahan tubuh).
  3. Gerakan harus selalu tersusun dan sistimatis’
Berdasar pengertian di atas, batasan senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana,disusun dengan sistimatis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonnnnnis.
Pengertian Senam Latai
Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai merupakan salah satu rumpun dari senam.
Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang. Bentuk latihannya merupakan gerakan dasardari senam perkakas (alat). Pada dasarnya, bentuk-bentuk katihan bagi putra dan putri adalah sama, hanya unuk putri anyak unsur gerak balet. Jenis senam juga di sebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.
2.2 Sarana dan Prasarana Senam Lantai
Sarana dan prasarana olahraga merupakan modal utama dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, melalui peningkatan ketersediaan fasilitas olahraga yang berkualitas baik dan memadai dalam artian harus di sesuaikan dengan standart keutuhan ruang perorangan.
Sarana dan prasarana olahraga adalah daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis peralatan dan tempat berbentuk bangunan yang di gunakan dalam memenuhi prasaratan yang di tetapkan untuk pelaksanaan program olahraga.
Fungsi sarana dan prasarana olahraga adalah sebagai pendukung pelaksanan suatu kegiatan terutama dalam pengajaran olahraga. Manfaat sarana dan prasarana olahraga adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan pemakaian alat dan tempat olahraga dengan benar.
Dalam membuat perencanan penyediaan sarana dan prasarana harus memperhatikan 3 faktor penting di antaranya:
  1. Kuantitas prasarana olahraga
Untuk menampung kegiatan perlu dibutuhkan prasarana olahraga yang jumlahnya mencukupi sesuai kebutuhan. Di dalam gegiatan senam lantai di perlukan gedung atau gor olahraga yang luas.
  1. Kualitas sarana olahraga
Guna menampung kegiatan olahraga berprestasi maka di perlukan kualitas yang sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing cabang olahraga. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
    • Memenuhi standart internasional
    • Kualitasbahan dan material harus memenuhi syarat internasional
  1. Pendanaan sarana dan prasarana olahraga
Untuk menujang faktor diatas perlukan dana yang cukup besar sehinggadapat disiapkan prasarana yang mencukupi. Minimnya dana akan menyebabkan kurangnya kemampuan unit kerja terkait untuk mefasilitasi kegiatan olahraga
Peniningkatan keadaan sarana dan presarana dapat dilakukan dengan:
  1. Peningkatan persediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
  2. Peningkatan anggaran dana dibidang olahraga dalam kaitannya untuk pengadaan sarana dan prasarana.
  3. Peningkatan minat terhadap kegiatan olahraga
2.3 Gerakan Dasar Senam Lantai
Sebelum mempelajari gerakan dasar diperlukan pembinaan dan pembentukan fisik yang teratur, hal ini perlu karena adanya fisik yang sudah terbentuk akan memudahkan dalam mempelajari gerakan-garakan dasar.
Beberapa contoh gerakan dasar senam lantai :
  1. Roll depan
Yang dimaksud roll depan ialah gerakan badan berguling ke arah depan melalui bagian belakang badan (tengkuk), pinggul, pinggang, dan panggul bagian belakang. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikut :
    1. Sikap permulaan jonngkok, pantat agak tinggi, kedua lengan lurus ke depan.
    2. Luruskan tungkai badan condong kedepan, tangan menumpu pada matras selebar bahu, tarik dagu ke dada, tengkkuk pada matras.
    3. Saat punggung menginai matras, bongkokkan tungkai, tarik paha kke dada, tangan menolak, gerakan engguling di truskan hinnngga berakhir pada sikap jongkok, tangan melekat pada tulang kering atau tangan lurus dengan pandangan lurus ke depan.
  1. teknik kayang
Kayang ialah suatu bentuk sikap badan terlentang yanng membusur, bertupu pada kedua kaki dan kedua tangan siku-siku dan lutut lurus. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikkut :
    1. Sikap berdiri tegak, kedua kaki agak terbuka, kedua tanngan lurus keatas.
    2. Jatuhkan badan bagian belakang dengan melengkungkan badan hingga kedua tangan mendarat ke lantai
  1. Sikap lilin
    1. Posisi tidur telentang.
    2. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga,
    3. Angkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang.
  1. Meroda
Gerakan meroda merupakan gerakan memutar badan dengan sikap menyamping arah gerakan dan tumpuan bert badan ketika berputar menggunakan kedua tangan dan kaki.
Cara melakukan :
  1. Berdiri dengan sikap tegak dan posisi tangan berada disamping
  2. Lalu perlahan angkat tangan ke atas dengan sikap menyerupai huruf ”V”
  3. Lalu putar kedua tangan kebelakang dengan diikuti kaki kanan/kiri melangkah ke depan lalu diikuti dengan kaki kiri/kanan sebagai hentakannya
  4. Lalu letakkan tangan kanan lalu tangan kiri/tangan kiri lalu tangan kanan pada matras
  5. Pada saat memutar kedua kaki harus lurus agar mendapat posisi yang maksimal
  6. Saat sudah memutar posisi badan menghadap kesamping lalu putar kaki supaya bisa menghadap ke depan dan pandangan matapun harus menghadap ke depan
    1. Profiller
Cara melakukan :
  1. Kaki kanan lurus ke samping kanan dengan ujung kaki kanan lurus
  2. Kaki kiri ditekuk seperti posisi jongkok
  3. Kedua tangan menyentuh matras yang letaknya tepat ditengah-tengah kaki yang ditekuk dan yang diselonjorkan
  4. Putar kaki kanan ke arah dalam hingga melewati kaki kiri yang ditekuk
  5. Pada saat kaki kanan melewati kaki kiri maka angkat badan dengan kedua tangan agar kaki kanan dapat berputar kebelakang melewati kaki kiri lalu kemudian kembali ke posisi awal
2.4 Modifikasi permainan senam lantai
  1. Roll depan berpasangan
    • Pemain : 2-5 pasang. Tedak terbatas
    • Peralatan : Tidak mengunakan peralatan
    • Tempat : Gedung atau tempat bermain
    • Keahlian : Kelenturan dan kelenturan tubuh
    • Permainan : Tujuannyauntuk mengetahui tim yang sampai duluan di finis dengan sukses. Di lakukan secara berpasangan dan orang pertama berdiri dan orang yang kedua berposisi tidur denngan kedua kaki di tekuk, lalu orang pertama memegang mata kaki orang kedua dengan cara membungkuk ban orang kedua pun juga memegang mata kaki orang pertama. Setelah itu dilakukan gulingkan roll depan secara beruritan dan seirama dengan pasangan masing-masing.
    • Sekor : Tim yang sampai duluan menjadi pemenang.
    • Variasi : Gunakan pemindahan dalam bentuk lain.
  2. Roll belakanng berpasanngan
    • Pemain : 2-5 pasang orang. Tedak terbatas
    • Peralatan : Tedak mengunakan peralatan.
    • Tempat : Gedung atau tempat bermain
    • Kahlian : Kelenyukan dan kelenturan tubuh
    • Permainan : Tujuannya untuk mengetahui tim yang sampai dahulu di finis dengan sukses. Masing-masing tim berpasangan. Orang pertama berdiri dan orang kedua tidur terlentang dengan kedua kaki diangkat keatas. Orang pertama memegang mata kakinya orang kedua, lalu orang pertama menarik sekkuat-kuatnya kaki orang yang kedua tersebut agar mendapat dorangan berguling ke belakang. Kemudian lakuan guling kebekakang sampai funis.
    • Sekor : Tim yanng sampai duluan menjadi pemenang.
    • Variasi :Gunakan pemindahan dalam benuk lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
  1. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang.
  2. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
  3. Beberapa gerakan dasar senam lantai :
    1. Roll depan
    2. Roll belakang
    3. Kayang
    4. Sikap lilin
    5. Meroda
    6. Profeller
4. Modifikasi permaianan senam lantai :
    1. Roll depan berpasangan.
    2. Roll belakang berpasanngan.

Pidato penyalahgunaan "Narkoba"


 Pidato Penyalahgunaan "Narkoba"


Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat kepala sekolah ... Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha dan teman-teman yang saya cintai Terimakasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan Pidato Tentang Narkoba Ini.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan
pidato tentang Narkoba.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia setiap waktunya semakin hari semakin begitu besar, hal tersebut mungkin dikarenakan lemahnya penegakan hukum di Indonesia sehingga para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu saja membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai salah satu contoh dari dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya yang semakin merajalela dan semakin meningkat.


Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.

lirik lagu Agnes Monika - Rindu

 Agnes Monica - Rindu

selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi

bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta kepadamu

peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
segala yang ku punya ouhhhooo

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh